In The Beginning there is only VOID…
Read in the Name of Allah.. The Merciful.. The Beneficent.. The Almighty
In the Beginning there is only void..
only emptines…
there is nothing.. but only One Existence outside the void… The Creator… Our Rob..
Yach.. Di awal hanya ada kehampaan.. kekosongan.. tidak ada apapun kecuali satu eksistensi.. satu Maha entitas… Sang Pencipta… Rob kita…
Hampa ?
Di abad 21 manusia telah merumuskan asal-usul alam semesta. Mengalahkan paham dimana manusia sebaiknya tidak perlu mengetahui asal-usulnya. Tersebutlah para ilmuwan yang semakin mencari asal-usul manusia dengan menjelajahi setiap jengkal alam semesta.
Dari semua usaha terbitlah suatu rumusan asal-usul alam semesta yang telah mengalahkan semua teori yg ada : Big Bang Theory. Teori yg mempunyai bukti yang sangat mendukung dengan ditemukannya radiasi yang berumur milyaran tahun oleh para ilmuwan dan saling menjauhinya bintang-bintang satu sama lain yang diteliti melalui teori frekuensi, menyebabkan teori big bang menang mutlak terhadapa teori alam semesta statis yg menyebutkan alam semesta adalah sama sejak dahulu dan sampai kapanpun.
Dari 2 teori itu dapat ditarik kesimpulan implisit : Big Bang adalah teori yang mendukung penciptaan… dan Alam Semesta Statis adalah teori yg mendukung ketiadaan penciptaan. Kenapa bisa ?
Big Bang menjelaskan :
Pada awal alam semesta terdapat kehampaan dengan hanya satu benda dengan bentuk bola dengan sifat memiliki nilai kerapatan maksimum dibanding semua benda yg pernah ada dan volume benda itu adalah NOL. ???? Sebuah benda dikatakan tidak ada ketika benda itu memiliki volum nol… tapi kenapa para ilmuwan merumuskan kalimat seperti itu ? Sebuah benda yang tidak ada namun memiliki kerapatan maksimum dari benda yg pernah eksis selam sejarah alam semesta. Disinilah kalimat ilmiah penciptaan berada. Setelah itu benda itu meledak dan dalam waktu sesaat hukum materi, fisika, kimia, matematika, biologi, logika dan semua ilmu yg ada berlaku saat itu juga. Materi di dalam benda tersebut membentuk kehidupan yang ada sampai sekarang… Sampai di sini saya rasa jelas kenapa Big Bang mendukung penciptaan yang berarti mendukung eksistensi Tuhan..
Sementara Alam Semesta Statis menjelaskan :
Bahwa alam semesta tidak pernah berubah dari awal alam semesta sampai pada saatnya alam semesta berakhir. Alam Semesta ada karena kebetulan dan kita ada karena kebetulan. Tidak ada eksistensi Tuhan di alam semesta jika kita melihat teori ini. Kata kebetulan tidak bisa dijadikan dasar ilmiah oleh kebanyakan ilmuwan karena itu hanya asumsi dan tidak ada bukti yang mendukung teori ini. Einstein pernah mendukung teori ini dan saat itu teori ini seakan-akan menang karena mendapat dukungan dari orang paling jenius saat itu.. tapi kemudian dia meralat dukungannya itu dan berkata bahwa itu adalah kalimat paling bodoh yang pernah dia katakan… Ya.. Seorang jenius pasti menemukan keberadaan Tuhan pada
akhirnya…
Dan begitulah kehidupan terjadi… dan segala sesuatu yang ada di alam semesta pasti akan musnah akhirnya…
………………………………
December 25th, 2006 at 5:03 am
Subhanallah, tulisannya bagus lho! terus menulis yach…=)
”Jika kita tahu dan sadar, ada cita besar dan tujuan Maha Mulia dari apapun di dunia ini, maka tak ada artinya aral apapun dalam jalan ini. Bersabarlah saudaraku dan lipatkan kesabaran karena Allah bersama kita.”
Karena itu, semua kejadian yg kita alami dalam hidup ini seyogyanya mendekatkan kita pada-Nya…